Siapa Bilang Kuliah di UMM Mahal

In CategoryKampus UMM
Byreboisasibumi

Kampus UMM dan Rutinitas kegiatan Mahasiswa

Pernahkah sahabat civitas mendengar dari rekan-rekan civitas sendiri yang kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur/Malang mengatakan kuliah di kampus UMM itu mahal, DPP nyalah, SPPnyalah? ini pernah saya alami dari salah satu rekan, ia memilih salah satu perguruan tinggi negeri tersebut karena berharap mendapat biaya murah dan bersatus negeri, namun justru kini ia mengeluh kampusnya mahal banget, kemudian saya dan dia hitung-hitungan masalah jumlah biaya yang harus di keluarkan selama kuliah di kampus.Pada akhirnya ketemu sudah besaran biaya yang di keluarkan, ternyata ia mengakui bahwa UMM lebih murah dari kampusnya yang berstatus negeri, di akui atau tidak orang tua kita atau masyarakat pada umumnya menilai bahwa kuliah di negeri lebih memiliki “gengsi” lebih sekaligus harga yang relatif murah, kuliah di PTN lebih terjamin karirnya nanti setelah lulus, karena banyak perusahaan yang bersedia menampungnya, tetapi inilah justru yang akan menjerumuskan seorang mahasiswa karena pada akhirnya setelah ia berstatus sarjana menjadi susah mencari pekerjaan, pasalnya selama kuliah bisa di bilang cukup “santai” ngapain susah-susah, wong saya kuliah di negeri.

Dan semua memang kembali ke individunya masing-masing, bagaimana ia memaksimalkan waktu dan peluang yang ada untuk belajar dan menggali kemampuan selama menjadi mahasiswa,kembali ke masalah biaya kuliah, taruhlah hal paling sepele saja, kampus mana yang menerapkan biaya parkir dengan harga Rp.200.00 ? kalau tidak di Universitas Muhammadiyah Malang, parkir umum saja paling murah sekarang rata-rata Rp.1.000.00, selain itu UMM menerapkan pembayaran SPP paket, cukup membayar SPP sekian juta rupiah sudah dapat menempuh study selama satu semester, dan itu cukup, tidak ada tambahan lain seperti biaya praktikum atau buku-buku lain.

Sejak semester 3 kebetulan saya sudah menjadi Volunter di UPT.PMB UMM , dimana kerjaannya adalah memandu adik-adik calon Mahasiswa baru untuk mengisi biodata dan mengarahkan bagiaman menjadi mahasiswa baru UMM, dan hingga kini semester 9, saya benar-benar enjoy menjalani pekerjaan ini, selain dapat mengisi waktu luang sembari mengurus skripsi juga dapat penghasilan tambahan setiap dua minggu sekali.

UMM juga memberdayakan tenaga paruh waktu(part time) di setiap unitnya, sehingga bisa di katakan kampus ini benar-benar menggunakan tenaga muda untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bisa di bilang penting bagi perkembangan dan kemajuan kampus, mereka berperan aktif untuk membantu segala kegiatan kampus, kalau dulu yang bekerja kebanyakan yang sudah sepuh-sepuh, tapi di UMM adalah tenaga muda yang benar-benar terpilih untuk mengisi posisi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Adapun unit-unit tersebut antara lain :

1. UPT Pendaftaran Mahasiswa Baru UMM : disini Mahasiswa bisa mengisi kegiatan sebagai Volunter Mahasiswa baru saat jelang penerimaan Maba(tahun ajaran baru) sekaligus juga bisa kerja part time jika masa studynya telah habis.

2. UPT BAA(Biro administrasi Akademik)

3. UPT Kemahasiswaan

4. UPT Perpustakaan

dan unit-unit lain termasuk part time di fakultas dan jurusan

dan yang paling unik tentunya UMM adalah kampus mandiri yang tidak mengambil uang dari negara, semua serba mandiri, tidak memeras uang dari Mahasiswa, tidak pula ada jual beli kursi saat penerimaan mahasiswa baru, di sadari atau tidak di lingkungan kampus lain hal ini masih terjadi, dengan cara tawar-menawar agar Calon Mahasiswa bisa masuk dengan mudah di perguruan tinggi tersebut.

(Hendy Prima/Teknik Informatika 2006)

Kampusku

In CategoryKampus UMM
Byreboisasibumi

ampus umm

Selamat datang di Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang. Kampus eksotik      yang dibangun di atas lahan sesuai topografi tanah yang berbukit, berlembah, berkolam,      tumbuh aneka vegetasi tanaman yang hijau-rimbun, serta dibelah sungai Brantas berjajar      rerimbunan pohon bambu. Hijau, asri, indah, teduh dan nyaman untuk belajar.

kampus-IIISejarah Singkat UMM
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berdiri pada tahun 1964. merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah.  Pada waktu itu UMM baru membuka 3 fakultas, yaitu: Hukum, Ekonomi dan FKIP (jurusan Pendidikan Agama Islam).  Selanjutnya, pada periode tahun 1968-1975,  UMM membuka lagi 2 fakultas, yaitu: FISIP dan Fak. Agama Islam.  Pada periode tahun 1975-1977, UMM kembali membuka 2 fakultas baru, yaitu: Pertanian dan Teknik.  Jumlah fakultas masih tetap sama hingga tahun 1983.  Baru pada periode tahun 1983-2000, beberapa fakultas baru dikbuka, yaitu: Psikologi, Peternakan, Program D3 Keperawatan dan Kedokteran.  Tahun 2007 ini, UMM kembali membuka fakultas baru, yaitu: PS Farmasi yang merupakan bagian dari fakultas ilmu-ilmu kesehatan.  Pada tahun 2009, pimpinan UMM melakukan penggabungan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan

agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian.

Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jawa Timur, UMM kini mengelola lebih dari 18,000 mahasiswa aktif yang berasal dari hampir seluruh wilayah Indonesia dan bahkan dari luar negeri, seperti: Australia, Singapura, Malaysia, dan Timor Leste.  Walaupun UMM merupakan perguruan tinggi Islam, latar belakang agama mahasiswa bukan merupakan suatu kendala.  Oleh karena itu, mahaiswa UMM tidak hanya beragama Islam, namun ada yang Hindu, Budha, Kristen , dan Katolik.

Untuk mendukung kegiatan perkuliahan, UMM selalu meningkatkan fasilitas, baik pengembangan gedung perkuliahan, laboratorium, sarana komputer dan fasilitas akses intranet dan internet dengan menggunakan fiber optic dan beberapa area hotspot.  Selain itu juga dikembangkan perpustakaan digital yang dilengkapi dengan jurnal online, materi audio-visual, dan sumber informasi ilmiah lain yang tergabung dalan Indonesian Digital Library Network (IDLN).

Guna menunjang finansial, UMM mengembangkan beberaopa unit usaha sebagai profit center yang diharapkan dapat menyokong keuangan UMM tanpa membebani mahasiswa dengan dengan biaya kuliah yang tinggi.  Beberapa unit bisnis yang sudah berjalan antara lain: UMM Press, Book Store, UMM Dome, Hotel University Inn, dan Bengkel sepeda motor.  Dalam jangka dekat akan segera dibangun Rumah Sakit Pendidikan (Teaching Hospital), Pom Bensin, Rumah Susun Sederhana Sewa Mahasiswa, Mall, dan lain-lain.

Logo dan Arti Lambang

LOGO_umm1Tulisan Arab Muhammdyah

Sebagai pengikut ajaran Nabi Muhammad

Matahari Bersinar 12

Organisasi Muhammadiyah berdiri 1912

Dua Kalimat Syahadat

Sebagai Ikrar dalam ajaran Islam, yaitu kesaksian

bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Pengakuan

Muhammad sebagai utusan Allah

Padi dan Kapas

Bermaksud memperjuangkan adil dan makmur berupa

sandang dan pangan serta tabiat seperti padi:

”Semakin berisi semakin merunduk”

Visi :

Menjadikan Universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) berdasarkan nilai-nilai Islam.

2. Misi :

a. Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu.

b. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan manusia.

c. Menyelenggarakan pengelolaan universitas yang amanah.

d. Menyelenggarakan civitas akademika dalam kehidupan yang Islami sehingga mampu beruswah khasanah.

e. Menyelenggarakan kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan dalam pengembangan IPTEKS.

  • Please add some widgets here.


Kode Etik Pencinta Alam

In CategoryPencinta Alam
Byreboisasibumi

Kode Etik Pecinta Alam

KODE ETIK PECINTA ALAM

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Pecinta Alam Indonesia adalah (sebagian) bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa

Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :

1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.

Kura- Kura Brazil & Perawatanya

In Categorypat
Byreboisasibumi

Perawatan Kura-kura Brazil

Karena beberapa kali coba memelihara ikan di akuarium namun entah kenapa beberapa kali juga harus mati. Akhirnya setelah jalan2 di mall ada pameran flora fauna, ya begitu lihat si kura2 mungil dengan harga @10rb akrinya aku beli 2 ekor, dan sampai sekarang sudah 1 tahun bertahan hidup tegar, mudah pula perawatannya.

Dengan harga yang murah, kura-kura sering langsung dibeli tanpa pikir panjang – berapa banyak orang mengambil komitmen ini jika mereka tahu apa yang termasuk dalam pemeliharaan kura-kura yang benar?
Memang tidak ada salahnya memelihara kura-kura sebagai hobi jika kamu ingin benar-benar merawat kura-kura tersebut dengan serius dan menyediakan lingkungan yang mendukung untuk kura-kura tersebut. Ada ribuan kura-kura sangat membutuhkan orang-orang yang dapat memberikan perawatan dengan baik. Kura-kura adalah binatang pintar yang dapat berharga untuk dipelihara. Yang harus kita lakukan adalah tidak mendukung perdagangan kura-kura.

Filtrasi

Salah satu masalah umum yang sering dihadapi pemeliharaan kura-kura adalah memelihara kwalitas air. Air yang kotor adalah penyebab penyakit bakteri dan parasit. Aquarium kura-kura yang kotor sangat bau dan menjadi tambahan yang tidak baik dalam rumah anda. Menguras air secara teratur adalah satu cara untuk menjaga kebersihan, tetapi proses pengurasan cepat menjadi pekerjaan yang banyak menyita waktu. Pemecahan praktis adalah dengan menggunakan mesin penyaring atau filter yang dapat mengurangi frekwensi pengurasan. Ada tiga jenis filter:

Image Filter undergravel(bawah pasir)

Filter undergravel bekerja sangat baik, tetapi membutuhkan area yang luas, rendah kepadatan dan air yang mengandung oksigen tinggi. Jenis filter ini mengunakan pompa udara. Tetapi hanya sesuai untuk anak kura-kura. Aquarium yang besar harus menggunakan powerhead(pompa air celup) untuk menggantikan pompa udara.

Filter tabung internal(dalam aquarium)

Filter tipe ini cukup murah dan sangat efektif. Gunakan filter berukuran terbesar di dalam tangki anda. Media filter yang paling baik menurut pengalaman kami adalah jenis busa (spon). Busa ini dapat dikeluarkan dan dicuci jika tersumbat.

Filter tabung eksternal(luar aquarium)

Untuk aquarium yang besar filter jenis ini tidak terkalahkan. Sekali lagi, kami menemukan busa/spon untuk media yang paling efektif tetapi kombinasi lainnya juga dapat digunakan karena salah satu keuntungan filter jenis ini adalah keserbagunannya. Badan filter sendiri terletak di luar aquarium, hanya pipa penghubung ke dalam dan keluar yang dimasukan ke dalam aquarium. Gunakan filter terbesar yang dapat kamu beli untuk mendapatkan hasil terbaik, tetapi akan berdampak negatif terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Filter eksternal yang berkekuatan besar tidaklah murah tetapi sangatlah membantu jika anda memelihara jenis kura-kura besar di dalam aquarium karena filter itu akan mengurangi kebutuhan seringnya mengganti air.

Pencahayaan

Faktor lain yang sering tidak dipikirkan oleh pemelihara baru (pemula) adalah pencahayaan. Semua kura-kura dalam ruangan / aquarium atau kolam membutuhkan semacam cahaya buatan. Silahkan membaca artikel pencahayaan kami untuk mengetahui lebih mendalam tentang topik ini.

Kesehatan dan Penyakit

Lebih dari 85% semua penyakit-penyakit yang ditemukan pada kura-kura adalah hasil dari akibat rendahnya kebersihan perawatan atau rendahnya gizi makanan dan kadang-kadang disebabkan oleh keduanya. Air yang kotor atau pengaturan suhu yang salah sering terjadi dan tidak dapat dijadikan sebagai alasan. Air yang bersih dan suhu yang cocok dapat dengan mudah dicapai hanya dengan biaya kecil untuk membeli peralatan pada toko-toko.
Penyakit yang disebabkan oleh makanan yang salah banyak sekali ditemukan dan menjadi penyebab utama kematian dini. Jika keseimbangan gizi makanan dapat diberikan seperti yang ditekan sebelumnya, kami telah menemukan spicis yang dapat bertahan hidup lebih dari 30 tahun dalam perawatan.
Kura-kura dapat menjadi sakit seperti binatang lainnya dan jika mereka sakit anda harus cepat membawanya ke dokter hewan. Pada umumnya penyakit ini dapat disembuhkan jika terdeteksi secara cepat.
Berikut ini adalah pedoman untuk masalah kesehatan pada umumnya untuk membantu anda mengidentitikasi binatang sakit yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan kemungkinan perawatan selanjutnya. Pedoman ini bukan dimaksudkan sebagai petunjuk untuk anda melakukan perawatan sendiri. Semua perawatan kesehatan haruslah dimonitor oleh dokter hewan yang berkualitas. Metoda perawatan yang akan dibahas hanya sebagai referensi saja dan dimaksudkan sebagai petunjuk umum sesuai dengan kebiasaan kedokteran sekarang ini. Juga dapat ditemukan beberapa petunjuk umum untuk pemeliharaan dan perawatan kura-kura air tawar yang sakit yang dapat bermanfaat untuk disimak:

Kura-kura yang sakit harus dijaga kehangatannya. Suhu yang paling cocok secara umum adalah antara 27 -30 C. Pada suhu ini sistem daya tahan tubuh dapat bekerja dengan maksimal. Sangatlah penting untuk mempertahankan kebutuhan akan air dari pada mengkhawatirkan untuk memberikan makanan secara paksa. Kura-kura yang kekurangan air (dehydrated) mengakibatkan kondisi yang sangat serius (dari komplikasi ginjal). Pada umumnya binatang yang sakit dan lemah membutuhkan / menyerap air dan mengembalikan fungsi ginjal sebelum mereka membutuhkan makanan secara paksa.
Kura-kura yang sakit mungkin tidak dapat berenang secara benar. Mereka dapat juga tenggelam. Jaga ketinggian air yang rendah dan pastikan kura-kura dapat meninggalkan air dengan mudah sesuai dengan keinginannya. Jika terjadi infeksi, pisahkan kura-kura itu segera mungkin. Sediakan aquarium kosong untuk keperluan ini jika dibutuhkan. Berikan perhatian yang khusus untuk hal-hal kebersihan dan gunakanlah sabun pencuci tangan seperti ‘Betadine’ povidone-iodine. Kunci keberhasilan perawatan reptil adalah ketepatan dari diagnosa yang diikuti oleh pengobatan sesuai. Jangan melakukan diagnosa tebak-tebakan tapi selalu mencari nasehat ahli di bidang doker hewan dari sumber yang terpercaya.

Pedoman penyakit umum

Gejala:
Mata bengkak atau berair, biasanya tertutup. Kemungkinan mengeluarkan cairan putih. Kulit terlihat merah dan mentah. Kemungkinan Edema.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada mata sering diakibatkan dari kurang berfungsinya sistem penyaringan (filtrasi). Selidiki lingkungannya. Kesalahan pengaturan suhu dapat juga menyebabkan gejala-gejala seperti ini.
Pengobatan:
Antibiotik yang dioleskan pada mata (dalam bentuk salep) jika disebabkan oleh infeksi bakteri. Jaga kebersihan dan lingkungan sekeliling jika tidak baik.

Gejala:
Luka atau plaque-like furry yang disebabkan oleh sel-sel mati disekitar mulut. Kemungkinan menolak untuk diberi makan dan mata kemungkinan juga membengkak.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada mulut biasanya dapat ditemukannya organisma gram-negatif. Menular pada jenis hewan lainnya.
Pengobatan:
Kondisi yang serius membutuhkan pengobatan yang cepat. Mulut harus dibersihkan dengan cairan povidone-iodine beberapa kali dalam sehari dengan membersihkan juga sel-sel mati. Antibiotik yang berkontak langsung dengan luka juga efektif dalam melawan Gram-negatif organisma. Tangani hewan yang terinfeksi dengan seksama dan pisahkan dengan kura-kura lainnya secepatnya. Keadaan seperti ini biasanya dapat segera diatasi jika terdeteksi secara dini.

Gejala:
Hewan yang kurang bertenaga, kemungkinan menyanggah kepalanya dengan tinggi atau dalam posisi yang tidak seperti biasanya. Kemungkinan juga lemahnya kaki depan dan belakang dan juga kadang mengeluarkan cairan dari hidung atau mulut diikuti dengan sesak napas.
Kemungkinan disebabkan:
Kondisi serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran pernapasan, kemungkinan pneumonia.
Pengobatan:
Perhatian dari dokter hewan diperlukan secepatnya. Suntikan antibiotik biasa tindakan yang harus dilakukan (antibiotic biasanya tidak diberikan secara oral pada kura-kura air tawar disebabkan oleh lamanya dan tidak menentukan rasio penyerapan melalui pencernaan dan tidak menentunya jumlah serum darah).

Gejala:
Lemahnya daerah tempurung atas atau bawah dengan kemungkinan pecahnya pembuluh darah. Kemungkinan terciumnya bau yang tidak sedap dari daerah sekeliling. Daerah yang terkena dapat menyebar dengan cepat.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada tissue yang mana berasal dari trauma atau penyakit tertentu. organisma gram-negatif biasanya penyebabnya.
Pengobatan:
Daerah sekeliling yang terditeksi harus dibersihkan secara rutin dengan cairan povidone iodine, sel-sel yang mati dibersihkan secara perlahan dan kura-kura ini dipisahkan secepatnya dengan yang lainnya. Antibiotik yang dioleskan langsung dapat digunakan. Gejala seperti ini kebanyakan disebabkan oleh lokalisasi luka trauma, seperti terbakar oleh pemanas/heater atau goresan yang disebabkan oleh batu tajam yang ada di aquarium dll.

Gejala:
Kurang bertenaga, lemas, kemungkinan kaki atau tempurung bawah terlihat kemerahan.
Kemungkinan disebabkan:
Pada umumnya septicemia (keracunan pada darah).
Pengobatan:
Pada umumnya disebabkan oleh luka trauma, terutama air yang terkontaminasi. Ada kemungkinan hepatosis jika hati (lever) dengan cepat ikut terserang. Mendesaknya akan kebutuhan parenteral (tidak melalui mulut) antibiotik harus dilakukan dengan hati-hati dan intensif terapi pendukung juga diperlukan. Tes darah juga diperlukan untuk memastikan kemajuan pengobatan.

Gejala:
Tempurung atas yang lembek dan kemungkinan tidak merata. Lemahnya kaki-kaki dan kura-kura ini kemungkinan masalah makan.
Kemungkinan disebabkan:
Makanan yang kekurangan kalsium baik sedikit maupun banyak.
Pengobatan:
Untuk kondisi yang parah kemungkinan tidak dapat tertolong. Pengobatan dapat berupa suntikan kalsium ditambah makanan yang berkalsium dan perawatan di bawah sinar lampu UV-B.
Catatan: Gejala tempurung lembek, jangan disamakan dengan kura-kura jenis tempurung lunak (Soft-shell) seperti jenis Tryonix/Apalone.

Gejala:
Luka baru.
Kemungkinan disebabkan:
Perkelahian, lecet pada batu atau benda lain.
Pengobatan:
Pindahkan faktor penyebab di lingkungannya. Bersihkan perlahan-lahan dengan menggunakan cairan povidone-iodine dan jaga kebersihannya sampai luka sembuh total. Perhatikan dengan seksama gejala infeksi kedua, seperti septicernia, necrotic dermatitis.

Gejala:
Pembengkakan atau kemerahan di samping kepala.
Kemungkinan disebabkan:
Bisul telinga. Pada kura-kura, disebabkan oleh kebersihan air yang kurang.
Pengobatan:
Pembedahan oleh dokter hewan dengan pembiusan lokal.

Kebudayaan Suku Sasak Lombok

In CategoryLombok I Love U
Byreboisasibumi

Sebagaimana suku- suku lain di Indonesia, Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok juga mempunyai bermacam- macam budaya asli yang diturunkan secara turun temurun, kebudayaan- kebudayaan itu antara lain:

Seni Bela Diri:

Periseian. Kesenian Bela diri ini sudah ada sejak jaman kerajaan-kerajaan di Lombok, awalnya adalah semacam latihan pedang dan perisai sebelum berangkat ke medan pertempuran. Pada perkembangannya hingga kini senjata yang dipakai berupa sebilah rotan dengan lapisan aspal dan pecahan kaca yang dihaluskan, sedangkan perisai (Ende) terbuat dari kulit lembu atau kerbau. Setiap pemainnya/pepadu dilengkapi dengan ikat kepala dan kain panjang. Kesenian ini tak lepas dari upacara ritual dan musik yang membangkitkan semangat untuk berperang. Pertandingan akan dihentikan jika salah satu pepadu mengeluarkan darah atau dihentikan oleh juri. Walaupun perkelahian cukup seru bahkan tak jarang terjadi cidera hingga mengucurkan darah didalam arena., tetapi diluar arena sebagai pepadu yang menjunjung tinggi sportifitas tidak ada dendam diantara mereka. Inilah pepadu Sasak. Festival Periseian diadakan setiap tahun di Kabupaten Lombok Timur dan diikuti oleh pepadu sepulau Lombok. Begasingan Begasingan merupakan salah satu permainan yang mem-punyai unsur seni dan olah raga, merupakan permainan yang ter-golong cukup tua di masyarakat Sasak. Begasingan ini berasal dari dua suku kata yaitu Gang dan Sing yang artinya gang adalah lokasi lahadalah suara. Seni tradisional ini mencerminkan nuansa kemasyarakatan yang tetap berpegangan kepada petunjuk dan aturan yang berlaku ditempat permainan itu, nilai-nilai yang berkembang didalamnya selalu mengedepankan rasa saling menghormati dan rasa kebersamaan yang cukup kuat serta utuh dalam melaksanakan suatu tujuan dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang menjadi kebanggaan jati diri. Permainan ini biasanya dilakukan semua kelompok umur dan jumlah pemain tergantung kesepakatan kedua belah pihak di lapangan.

Tari:

Gandrung: Tarian rakyat suku Sasak yang berkembang sejak lama dan dimainkan oleh kaum laki-laki maupun perempuan. Tari ini terdiri atas tiga babak, yakni bapangan, gandrangan dan parianom.

* Oncer: Tari tradisional Lombok yang berasal dari kata “ngoncer” atau berenang. Gerakan diambil dari gerakan ikan sepat yang sedang berenang, yang dalam bahasa Sasak disebut pepait ngoncer (ikan sepat berenang). Tari ini erat hubungannya dengan Gendang Beleq.

* Randak Geroq: Tari tradisional Lombok yang berarti tindakan gotong royong. Dalam gotong royong tidak dibedakan golongan, pangkat, jabatan, kaya, miskin dan lain-lain.

* Rudat: Tari ini dilakukan sambil bernyanyi dengan irama Timur Tengah. Menggunakan gerak-gerak silat dan dilakukan sekelompok anak muda justru dengan pakaian yang mirip jauh berbeda dengan pakaian khas Sasak.

Rumah Adat:


Suku Sasak adalah penduduk asli dan suku mayoritas di Lombok, NTB. Sebagai penduduk asli, suku Sasak telah mempunyai sistem budaya sebagaimana terekam dalam kitab Nagara Kartha Gama karangan Empu Nala dari Majapahit. Dalam kitab tersebut, suku Sasak disebut “Lomboq Mirah Sak-Sak Adhi.” Jika saat kitab tersebut dikarang suku Sasak telah mempunyai sistem budaya yang mapan, maka kemampuannya untuk tetap eksis sampai saat ini merupakan salah satu bukti bahwa suku ini mampu menjaga dan melestarikan tradisinya.
Salah satu bentuk dari bukti kebudayaan Sasak adalah bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah bukan sekadar tempat hunian yang multifungsi, melainkan juga punya nilai estetika dan pesan-pesan filosofi bagi penghuninya, baik arsitektur maupun tata ruangnya. Rumah adat Sasak pada bagian atapnya berbentuk seperti gunungan, menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5-2 meter dari permukaan tanah. Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu, hanya mempunyai satu berukuran kecil dan tidak ada jendelanya. Ruangannya (rong) dibagi menjadi inan bale (ruang induk) yang meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalem berupa tempat menyimpan harta benda, ruang ibu melahirkan sekaligus ruang disemayamkannya jenazah sebelum dimakamkan.
Ruangan bale dalem dilengkapi amben, dapur, dan sempare (tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya) terbuat dari bambu ukuran 2 x 2 meter persegi atau bisa empat persegi panjang. Selain itu ada sesangkok (ruang tamu) dan pintu masuk dengan sistem geser. Di antara bale luar dan bale dalem ada pintu dan tangga (tiga anak tangga) dan lantainya berupa campuran tanah dengan kotoran kerbau atau kuda, getah, dan abu jerami. Undak-undak (tangga), digunakan sebagai penghubung antara bale luar dan bale dalem.
Hal lain yang cukup menarik diperhatikan dari rumah adat Sasak adalah pola pembangunannya. Dalam membangun rumah, orang Sasak menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga maupun kelompoknya. Artinya, pembangunan tidak semata-mata untuk mememenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga kebutuhan kelompok. Karena konsep itulah, maka komplek perumahan adat Sasak tampak teratur seperti menggambarkan kehidupan harmoni penduduk setempat.
Bentuk rumah tradisional Lombok berkembang saat pemerintahan Kerajaan Karang Asem (abad 17), di mana arsitektur Lombok dikawinkan dengan arsitektur Bali. Selain tempat berlindung, rumah juga memiliki nilai estetika, filosofi, dan kehidupan sederhana para penduduk di masa lampau yang mengandalkan sumber daya alam sebagai tambang nafkah harian, sekaligus sebagai bahan pembangunan rumah. Lantai rumah itu adalah campuran dari tanah, getah pohon kayu banten dan bajur (istilah lokal), dicampur batu bara yang ada dalam batu bateri, abu jerami yang dibakar, kemudian diolesi dengan kotoran kerbau atau kuda di bagian permukaan lantai. Materi membuat lantai rumah itu berfungsi sebagai zat perekat, juga guna menghindari lantai tidak lembab. Bahan lantai itu digunakan, oleh warga di Dusun Sade, mengingat kotoran kerbau atau sapi tidak bisa bersenyawa dengan tanah liat yang merupakan jenis tanah di dusun itu.
Konstruksi rumah tradisional Sasak agaknya terkait pula dengan perspektif Islam. Anak tangga sebanyak tiga buah tadi adalah simbol daur hidup manusia: lahir, berkembang, dan mati. Juga sebagai keluarga batih (ayah, ibu, dan anak), atau berugak bertiang empat simbol syariat Islam: Al Quran, Hadis, Ijma’, Qiyas). Anak yang yunior dan senior dalam usia ditentukan lokasi rumahnya. Rumah orangtua berada di tingkat paling tinggi, disusul anak sulung dan anak bungsu berada di tingkat paling bawah. Ini sebuah ajaran budi pekerti bahwa kakak dalam bersikap dan berperilaku hendaknya menjadi panutan sang adik.
Rumah yang menghadap timur secara simbolis bermakna bahwa yang tua lebih dulu menerima/menikmati kehangatan matahari pagi ketimbang yang muda yang secara fisik lebih kuat. Juga bisa berarti, begitu keluar rumah untuk bekerja dan mencari nafkah, manusia berharap mendapat rida Allah di antaranya melalui shalat, dan hal itu sudah diingatkan bahwa pintu rumahnya menghadap timur atau berlawanan dengan arah matahari terbenam (barat/kiblat). Tamu pun harus merunduk bila memasuki pintu rumah yang relatif pendek. Mungkin posisi membungkuk itu secara tidak langsung mengisyaratkan sebuah etika atau wujud penghormatan kepada tuan rumah dari sang tamu.
Kemudian lumbung, kecuali mengajarkan warganya untuk hidup hemat dan tidak boros sebab stok logistik yang disimpan di dalamnya, hanya bisa diambil pada waktu tertentu, misalnya sekali sebulan. Bahan logistik (padi dan palawija) itu tidak boleh dikuras habis, melainkan disisakan untuk keperluan mendadak, seperti mengantisipasi gagal panen akibat cuaca dan serangan binatang yang merusak tanaman atau bahan untuk mengadakan syukuran jika ada salah satu anggota keluarga meninggal.
Berugak yang ada di depan rumah, di samping merupakan penghormatan terhadap rezeki yang diberikan Tuhan, juga berfungsi sebagai ruang keluarga, menerima tamu, juga menjadi alat kontrol bagi warga sekitar. Misalnya, kalau sampai pukul sembilan pagi masih ada yang duduk di berugak dan tidak keluar rumah untuk bekerja di sawah, ladang, dan kebun, mungkin dia sakit.
Sejak proses perencanaan rumah didirikan, peran perempuan atau istri diutamakan. Umpamanya, jarak usuk bambu rangka atap selebar kepala istri, tinggi penyimpanan alat dapur (sempare) harus bisa dicapai lengan istri, bahkan lebar pintu rumah seukuran tubuh istri. Membangun dan merehabilitasi rumah dilakukan secara gotong-royong meski makan-minum, berikut bahan bangunan, disediakan tuan rumah.

Dalam masyarakat Sasak, rumah berada dalam dimensi sakral (suci) dan profan duniawi) secara bersamaan. Artinya, rumah adat Sasak disamping sebagai tempat berlindung dan berkumpulnya anggota keluarga juga menjadi tempat dilaksanakannya ritual-ritual sakral yang merupakan manifestasi dari keyakinan kepada Tuhan, arwah nenek moyang (papuk baluk) bale (penunggu rumah), dan sebaginya.
Perubahan pengetahuan masyarakat, bertambahnya jumlah penghuni dan berubahnya faktor-faktor eksternal lainya (seperti faktor keamanan, geografis, dan topografis) menyebabkan perubahan terhadap fungsi dan bentuk fisik rumah adat. Hanya saja, konsep pembangunannya seperti arsitektur, tata ruang, dan polanya tetap menampilkan karakteristik tradisionalnya yang dilandasi oleh nilai-nilai filosofis yang ditransmisikan secara turun temurun.

Pemilihan Waktu dan Lokasi
Untuk memulai membangun rumah, dicari waktu yang tepat, berpedoman pada papan warige yang berasal dari Primbon Tapel Adam dan Tajul Muluq. Tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk menentukan hari baik, biasanya orang yang hendak membangun rumah bertanya kepada pemimpin adat. Orang Sasak di Lombok meyakini bahwa waktu yang baik untuk memulai membangun rumah adalah pada bulan ketiga dan bulan kedua belas penanggalan Sasak, yaitu bulan Rabiul Awal dan Zulhijjah pada kalender Islam. Ada juga yang menentukan hari baik berdasarkan nama orang yang akan membangun rumah. Sedangkan bulan yang paling dihindari (pantangan) untuk membangun rumah adalah pada bulan Muharram dan Ramadlan. Pada kedua bulan ini, menurut kepercayaan masyarakat setempat, rumah yang dibangun cenderung mengundang malapetaka, seperti penyakit, kebakaran, sulit rizqi, dan sebagainya.
Selain persoalan waktu baik untuk memulai pembangunan, orang Sasak juga selektif dalam menentukan lokasi tempat pendirian rumah. Mereka meyakini bahwa lokasi yang tidak tepat dapat berakibat kurang baik kepada yang menempatinya. Misalnya, mereka tidak akan membangun tumah di atas bekas perapian, bekas tempat pembuangan sampah, bekas sumur, dan pada posisi jalan tusuk sate atau susur gubug. Selain itu, orang Sasak tidak akan membangun rumah berlawanan arah dan ukurannya berbeda dengan rumah yang lebih dahulu ada. Menurut mereka, melanggar konsep tersebut merupakan perbuatan melawan tabu (maliq-lenget).
Sementara material yang dibutuhkan untuk membangun rumah antara lain: kayu-kayu penyangga, bambu, anyaman dari bambu untuk dinding, jerami dan alang-alang digunakan untuk membuat atap, kotaran kerbau atau kuda sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai, getah pohon kayu banten dan bajur, abu jerami, digunakan sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai.


Musik Tradisional :

1. Genggong, Alat musik ini termasuk dalam jenis alat musik tiup yang terbuat dari pelepah daun enau. Secara etimologis kata genggong bersala dari kata geng (suara tinggi) disebut genggong lanang dan gong (suara rendah) disebut wadon, sehingga musik genggong selalu dimainkan secara berpasangan. Musik genggong secara orkestra dapat dimainkan dengan alat musik yang lain seperti petuq, seruling,
rincik dan lain-lain.

2.Rebana Burdah
Sebuah bentuk alat musik hasil akulturasi kebudayaan bangsa Arab dengan etnis Sasak. Rebana Burdah dipadukan dengan syair-syair pujian terhadap Allah SWT dan riwayat Nabi Muhammad SAW yang dipetik dari kitab karya sastra Arab Al Baranzi.

3.Gambus
Alat musik petik dengan menggunakan dawai sebagai sumber suara (bunyi) yang digunakan untuk mengiringi lagu-lagu tradisional. Dapat dimainkan secara bersama-sama atau sendiri.

4.Mandolin
Alat ini merupakan sebuah alat musik petik tradisional yang mempunyai senar dan dimainkan seperti biola. Sering dipakai untuk mengiringi tari rudat dan lagu-lagu tradisonal. Alat musik ini dapat dipadukan dengan alat musik lainnnya untuk mengiringi lagu-lagu tradisional.

5.Preret
Preret adalah sebuah alat pengiring tarian, lagu maupun orkestra. Alat musik ini dijumpai hampir diseluruh wilayah Indonesia.

6.Barong Tengkok
Merupakan salah satu jenis musik orkestra Lombok, terdiri dari krenceng enam pasang, satu buah gendang dan sebuah petuk. Barong lanang/wadon yang berfungsisebagai tempat reog sebuah gong dan tiga buah seruling sebagai pembawa melodi. Disebut barong tengkok karena salah satu alatnya (reog) diletakkan pada bentuk barong yang dibawa dengan ditengkokkan

1.
Dikatakan pada lirik yang dinyanyikan sebelum bangkit menari:Tiang lanang beli bagus Beli bagus bau rauh Kasunane tarik bebunga Sedang pengibing (penari) seolah kumbang yang merindukan bunga. Dahulu ditengah arena obor bambu setingggi datu setengah meter (sekarang digunakan lampu petromaks yang sering diletakkan di luar arena). Antara si penari gandrung dengan pengibing berkejar-kejaran mengelilingi obor tersebut. Ini disebut “bekeleokang�. Atau sesekali saling kejitin (main mata) dengan berbatasan obor.
2.
Selama ngibing dilakukan sering pengibing berbuat nakal dengan menyentuh bagian tubuh penari utama, bahkan ada yang mencoba beradu pipi. Untuk menghindari hal seperti itu ia dilengkapi dengan senjata, yaitu ujung runcing dari gempolan yang merupakan bagian dari hiasan kepala yang disebut gelungan. Kalau pengibing tidak segera menghindar akan kena tusukan benda tajam tersebut.
Parianom, bagian ketiga ini merupakan perpanjangan dari bagian kedua. Gending pengiring yang disebut parianom tidak menggunakan seluruh instrumen orkestra gandrung. Yang berperan adalah redep dan suling dibantu suara gendang, petuk dan rincik. Dalam bagian ini penari gandrung akan melengkapi tariannya dengan nyanyian yang disebut besanderan. Sekarang lariknya tidak lagi dalam bahasa daerah tetapi dalam bahasa Indonesia.
jenis keramaian lainnya yang menghadirkan orang banyak. Instrumen gandrung dalam bentuk orkestra terdiri dari pemugah, saron, calung, jegogan, rincik, petuk, terompong, gender, redep dan suling.
3. Gendang Beleq
Disebut gendang beleq karena salah satu alatnya Disebut Gendang Beleq karena salah satu alatnya adalah gendang beleq (gendang besar).

Orkestra ini terdiri atas dua buah gendang beleq yang disebut gendang mama (laki-laki) dan gendang nina (perempuan), berfungsi sebagai pembawa dinamika.

Sebuah gendang kodeq (gendang kecil), dua buah reog sebagai pembawa melodi masing-masing reog mama, terdiri atas dua nada dan sebuah reog nina, sebuah perembak beleq yang berfungsi sebagai alat ritmis, delapan buah perembak kodeq, disebut juga copek. Perembak ini paling sedikit enam buah dan paling banyak sepuluh. Berfungsi sebagai alat ritmis, sebuah petuk sebagai alat ritmis, sebuah gong besar sebagai alat ritmis, sebuah gong penyentak, sebagai alat ritmis, sebuah gong oncer, sebagai alat ritmis, dan dua buah bendera merah atau kuning yang disebut lelontek.

Menurut cerita, gendang beleq ini dulu dimainkan kalau ada pesta-pesta kerajaan, sedang kalau ada perang berfungsi sebagai komandan perang, sedang copek sebagai prajuritnya. Kalau perlu datu (raja) ikut berperang, disini payung agung akan digunakan.

Sekarang fungsi payung ini ditiru dalam upacara perakawinan. Gendang beleq dapat dimainkan sambil berjalan atau duduk. Komposisi waktu berjalan mempunyai aturan tertentu, berbeda dengan duduk yang tidak mempunyai aturan.

Pada waktu dimainkan pembawa gendang beleq akan memainkannya

Pakaian penari gandrung terdiri atas kain batik, baju kaos lengan pendek, gelungan (penutup/hiasan kepala), bapang, lambe, ampok-ampok, gonjer. Seangkan pakaian pengibing adalah baju, kain, dodot dan sapuq. Pertunjukan biasanya dilakukan pada malam hari. Lama seluruh pertunjukan lebih kurang 3 jam. Untuk setiap babak (satu pengiring) lamanya rata-rata sepuluh menit.

Tari gandrung benar-benar merupakan tari rakyat pada arena terbuka yang dilingkari penonton dan fungsinya semata-mata untuk hiburan. Gandrung tesebar pada beberapa desa di pulau Lombok antara lain Gerung dan Lenek di Lombok Timur. Gandrung ‘ditanggep� orang untuk pesta perkawinan dan sunatan. Tetapi dewasa ini bergeser fungsinya menjadi hiburan rakyat dalam rangkaian hari-hari besar nasional atau sambil menari, demikian juga pembawa petuk, copek dan lelontok.
4. Cilokaq
Musik ini terdiri dari bermacam-macam alat yakni:
- Alat petik, gambus ada dua buah masing-masing berfungsi sebagai melodi dan akrod.
- Alat gesek, biola ada dua buah keduannya berfungsi sebagai pembawa melodi.
- Alat tiup, suling dan pereret yang berfungsi sebagai pembawa melodi.
- Alat pukul, gendang ada tiga buah, msing-masing berfungsi sebagai pembawa irama, pembawa dinamika dan tempo, juga sebagai gong. Rerincik dugunakan sebagai alat ritmis

Pulau Lombok

In CategoryLombok I Love U
Byreboisasibumi

Pulau Lombok yang merupakan salah satu bagian dari wilayah Nusa Tenggara Barat yang persis berada beberapa mil dari Bali dan beberapa kilo dari Pulau Sumbawa. Lombok hanya dapat dicapai melalui udara dan Laut. Melalui udara dapat dicapai melalui bandara Internasional Ngurah Rai – Bali. Surabaya melalui bandara Juanda – Surabaya – Jawa Timur. Jakarta melalui bandara Soekarno Hatta. Berbagai pilihan penerbangan melalui udara seperti : Garuda, Merpati, Batavia, Lion, Wings, Trigana.

Melalui Jalan Laut

Ada dua pintu alternative masuk melalui laut ke Pulau Lombok yaitu dengan menyebrang dari Pelabuhan Padang Bai – Bali sekitar 30 menit perjalanan dari kota Denpasar atau terminal UBUNG. Penyebrangan BALI – LOMBOK dengan ferry dengan jadwal setiap jam keberangkatan dan apabila anda datang dari arah timur – Pulau Sumbawa, Lombok bisa dicapai dengan menyebrang dari pelabuhan POTO TANO menuju LABUHAN KAYANGAN.

PENDUDUK dan ADAT ISTIADAT

Penduduk asli pulau Lombok di dominasi oleh suku SASAK yang mendiami daerah bagian selatan dan utara Pulau Lombok dan sebagian besar penduduk asli pulau Lombok berdomisili di perbukitan dan pegunungan.

Adat istiadat suku sasak dapat anda saksikan pada saat resepsi perkawinan, dimana perempuan apabila mereka mau dinikahkan oleh seorang lelaki maka yang perempuan harus dilarikan dulu kerumah keluarganya dari pihak laki laki, ini yang dikenal dengan sebutan “MERARIK” atau “SELARIAN”. Sehari setelah dilarikan maka akan diutus salah seorang untuk memberitahukan kepada pihak keluarga perempuan bahwa anaknya akan dinikahkan oleh seseorang, ini yang disebut dengan “MESEJATI” atau semacam pemberitahuan kepada keluarga perempuan. Setalah selesai makan akan diadakan yang disebut dengan “NYELABAR” atau kesepakatan mengenai biaya resepsi.

AGAMA

Sebagian besar penduduk suku SASAK beragama islam dan sebagian kecil dari mereka ada yang disebut dengan istilah “ISLAM WEKTU TELU”. Islam Wektu Telu ini terbentuk dari sejarah peninggalan penyebaran agama islam yang dilakukan oleh 9 Wali atau yang disebut denga “WALI SONGO” dari JAWA. Dimana pada saat itu ISLAM belum sempurna disampaikan kepada penduduk suku SASAK.

BAHASA

Bahasa Asli suku sasak adalah bahasa SASAK dengan hampir seratus lebih dialek dan logat yang berbeda.

Penduduk pulau Lombok menurut sensus terakhir berjumlah 2,5 juta orang dan kebanyakan dari mereka berdomisili di daerah Lombok Timur karena di tempat ini adalah yang paling subur di pulau Lombok.

MATA PENCAHARIAN

Mata pencaharian penduduk suku SASAK berasal dari lahan pertanian, peternakan dan hanya sebagian kecil saja yang mata pencahariannya dari Pariwisata.


global warming

In CategoryMarahnya Bumi
Byreboisasibumi

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air lautdiperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Para Pahlawan Lingkungan

In CategoryPencinta Alam
Byreboisasibumi

elements-41~ Perubahan iklim, adalah kata-kata yang secara sakti telah mengubah kesadaran manusia termasuk perempuan untuk lebih memperhatikan, menyelamatkan dan melestarikan lingkungan. Akan tetapi, ternyata sudah ada orang-orang yang tergugah pikiran dan batinnya untuk menyelamatkan lingkungan di sekitar mereka, jauh sebelum orang sadar akan dampak dari perubahan iklim yang sedang terjadi karena pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan oleh manusia yang serakah.

Di Indonesia, penyelamat dan pelestari lingkungan, ternyata tidak hanya dilakukan oleh kaum pria, tetapi juga oleh perempuan dan ibu rumah tangga, bahkan perempuan desa miskin buruh tani.

Tercatat ada 18 perempuan-perempuan perkasa pemerhati lingkungan dari sembilan propinsi di Indonesia penerima penghargaan Kalpataru selama kurun waktu 1980 sampai 2008.

Dari propinsi Riau ada Anjar Suharmini penerima Kalpataru tahun 1993 kategori pengabdi lingkungan dengan aktivitas memanfaatkan lahan tidur berupa rawa, juga ada Sumarni penerima Kalpataru tahun kategori pengabdi lingkungan yang merupakan penyuluh lingkungan, dan ada Erni Suarti penerima kategori perintis lingkungan Kalpataru 2007 yang berhasil membuat pupuk organik.

Dari propinsi Sumatera Utara ada Zamriyah penerima perintis lingkungan Kalpataru tahun 1983 yang melakukan aktivitas teknologi perairan.

Sedangkan dari Jambi, ada Robiah yang melakukan penghijuan sehingga mendapat pengabdi lingkungan Kalptaru tahun 1988 karena melakukan penghijauan.

Dari Jakarta, ada Ully Sigar Rusady yang bernama lengkap Rulany Indra Gartika Rusady mendapatkan penghargaan pembina lingkungan hidup Kalpataru 2001 karena memberdayakan masyarakat, hutan rakyat, diklat dan menggubah lagu-lagu bertema lingkugan hidup.

Dari Jawa Barat ada Ny. Eroh penerima perintis lingkungan Kalpataru 1988 karena perempuan miskin desa Santara Mekar, Cisayong, Tasikmalaya ini berhasil membuat saluran air dengan memapras tebing cadas yang berhasil mengairi 75 hektar sawah.

Sedangkan dari Yogyakarta ada Dr Ir Oemi Hani`in Suseno penerima pengabdi lingkugan Kalpatru 1989 karena melakukan penghijuan, juga ada Larasati Suliantoro Sulaiman penerima Kalpataru tahun 1997 karena berhasil melestarikan tanaman.

Dari Yogyakarta juga ada Suwito Wongsodihardjo, perintis lingkungan Kalpataru tahun 2001 karena melakukan penangkaran dan Endang Maryatun penerima penyelamat lingkungan Kalpataru 2002 karena aktivitas sebagai penyuluh lingkungan.

Dari Jawa Timur ada Titik Tarwati penerima Kalpataru kategori pengabdi lingkungan tahun 2003 karena aktivitasnya menghijaukan lahan kritis dan pengembangan terasering, serta ada Julita Joylita Wahyu Mumpuni, penerima Kalpataru tahun 2004 sebagai perintis lingkungan karena berhasil memanfaatkan tanaman enceng gondok untuk bahan kerajinan, pupuk kompos dan kertas.

Di Jawa Timur juga ada Nurhidayati, penerima Kalpataru 2004 sebagai yang melakukan penyuluhan lingkungan, hutan rakyat dan rehabilitasi lahan kritis melalui penanamn pohon, serta Sriyatun Djufri, penerima Kalpataru 2008 yang melakukan pengkadersan kebersihan kota Surabaya.

Selain itu ada Wayan Sutiari Mastoer dari Surabaya yang menerima penghargaan Kalpataru tahun 2006 karena berhasil memanfaatkan sampah menjadi karya seni yang diminati masyarakat.

Di Kalimantan Timur, ada Sumiati penerima Kalpataru tahun 1993 karena berhasil memanfaatkan gulma menjadi lebih berguna.

Dari Sulawesi Utara ada Linneke S. Watoelangkow yang menerima Kalpataru 2004 karena berhasil merehabilitasi lahan melallui penanaman pohon, penyelamatan DAS, penggalangan dana lingkungan, pemberian beasiswa lingkungan, penyediaan TPA dan bibit pohon.

Organisasi Lingkungan

Selain perempuan-perempuan yang melakukan tindakan nyata di sekitar lingkungan mereka, juga terdapat perempuan-perempuan Indonesia yang memilih menyelamatkan dan melestarikan lingkungan melalui aktivitas organisasinya, baik dalam lingkup Indonesia maupun merambah dunia internasional.

Dari sedikit perempuan aktivis penyelamat dan advokasi lingkungan tersebut, ada Erna Witoelar, Emmy Hafild dan Siti Maemunah.

Erna Witoelar yang bernama lengkap Andi Erna Anastasjia Walinono merupakan aktivis pendiri beberapa lembaga lingkungan hidup seperti Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), Yayasan Kehati (Keanekaragaman Hayati) , Yayasan WWF- Indonesia dan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan. Ia adalah istri Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar yang lahir di Danau Tempe, Sulawesi Selatan aktivitas paling akhir menjadi Duta Besar PBB wilayah Asia Pasifik untuk masalah Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs).

Sedangkan Emmy Hafild yang terpilih sebagai “Hero of The Planet” oleh Majalah “Time” pada 1999, memulai aktivitas peduli lingkungannya di Yayasan Indonesia Hijau pada 1982 sampai akhirnya Direktur LSM lingkungan Walhi periode 1996 – 1999 dan 1999 – 2002. Tahun 2005-2008, perempuan yang lahir di Petumbukan, Sumatera Utara itu terpilih sebagai Koordinator Organisasi Greenpeace Asia Tenggara (Thailand, Filipina dan Indonesia) dan sekarang aktif di lembaga Kemitraan (Partnership).

Siti Maemunah yang merupakan koordinator nasional LSM Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) sejak 2003 sampai sekarang ini memulai aktivitas organisasinya dari Pencinta Alam Universitas Jember Jawa Timur kemudian ke LSM Kappala (Komunitas Pencinta Alam Pemerhati Lingkungan) sampai masuk ke JATAM pada tahun 2000.

Naluri Memelihara

Menurut Erna Witoelar, perempuan secara kodrati mempunyai naluri untuk memelihara sehingga akan lebih tekun dan lebih baik untuk menjaga lingkungan hidup dibandingkan kaum pria. “Ada perbedaan yang membuat perempuan lebih bisa tekun dan lebih baik dalam memelihara lingkungan yaitu karena perempuan punya naluri untuk memelihara,” kata Erna.

Bila gerakan ramah lingkungan secara konsisten dilakukan oleh kaum perempuan, katanya, akan dapat mempengaruhi anggota keluarganya seperti suami, anak, adik, kakak, kakek, maupun nenek sehingga akan lebih banyak orang yang peduli lingkungan.

Isu-isu kemasyarakatan seperti pendidikan, kesehatan, air bersih dan sanitasi yang termaktub pada Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) juga dekat dengan kehidupan perempuan. Oleh karena itu, kaum perempuan mempunyai potensi yang kuat untuk memberi perubahan besar terutama terhadap lingkungan.


Iguana

In Categorypat
Byreboisasibumi

Iguana ialah sejenis kadal yang hidup di daerah tropis di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Pertama kali mereka disebutkan oleh seorang naturalis berkebangsaan Austria Josephus Nicolaus Laurenti pada tahun 1768. Ada 2 spesies yang berbeda dari jenis kadal ini: iguana hijau dan iguana Antilles Kecil.

Kedua spesies kadal tersebut memiliki lipatan kulit di bawah rahang, sekumpulan kulit yang mengeras yang berderet di punggungnya hingga ekor, dan “mata ketiga” di kepalanya. Mata ini disebut sebagai mata parietal, yang mirip seperti tonggak di atas kepalanya. Di belakang lehernya ada sisik kecil yang menyerupai paku panjang, dan disebut tuberculate scale. Iguana juga memiliki sisik besar bundar di pipinya yang disebut sebagai selubung subtimpani.

Iguana memiliki penglihatan yang baik dan bisa melihat bentuk, bayangan, warna, dan gerakan pada jarak yang jauh. Iguana menggunakan matanya untuk mengarahkannya mengarungi hutan lebat, untuk menemukan makanan. Mereka juga menggunakan matanya untuk berkomunikasi dengan anggota spesies yang sama.